AHMAD PAZIL MD ISA

FATHUL MEKAH

 



Fathul Mekah adalah penaklukan Makkah yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W dan pasukan kaum muslim. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumaat tanggal 20 dan 21 Ramadhan di tahun ke-8 Hijriah. Dalam sejarah Islam, peristiwa Fathul Mekah adalah momen penting kerana menjadi titik balik perjuangan umat Islam yang saat itu selalu mendapat ancaman


Mengutip buku Wealth Management (Pengurusan Harta) Rasulullah S.A.W: Metode Pembelajaran Dari Hal Yang Belum Pernah Dibahas karya Dodik Siswantoro, asal mula peristiwa Fathul Mekah adalah dimulai dengan adanya pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah yang isinya pernyataan jika ada penyerangan salah satu pihak, maka penyerangan harus dilakukan secara keseluruhan.


Saat itu, pihak Rasulullah S.A.W yakni bani Khuza'ah diserang oleh bani Bakar yang berkelompok dengan Quraisy. Mendengar khabar ini, Rasulullah S.A.W yang sedang di Madinah bergegas ke Makkah bersama pasukannya. Rasulullah S.A.W dan pasukannya dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai strategi untuk mempermudah penyerangan dan memperdayakan kaum Quraisy. Panglima Islam, Khalid bin Walid ditunjuk oleh Rasulullah S.A.W untuk memimpin sepuluh ribu pasukan dengan senjata lengkap.

Saat itu, pihak Rasulullah S.A.W yakni bani Khuza'ah diserang oleh bani Bakar yang berkelompok dengan Quraisy. Mendengar khabar ini, Rasulullah S.A.W yang sedang di Madinah bergegas ke Makkah bersama pasukannya. Rasulullah S.A.W dan pasukannya dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai strategi untuk mempermudah penyerangan dan memperdayakan kaum Quraisy. Panglima Islam, Khalid bin Walid ditunjuk oleh Rasulullah S.A.W untuk memimpin sepuluh ribu pasukan dengan senjata lengkap.


Suasana saat itu mengharuskan pasukan berkemah di atas bukit-bukit yang ada di Kota Makkah. Di sana pun mereka membuat pagar betis sebagai benteng pertahanan jikalau pasukan kaum Quraisy menyerang. Selain itu, masing-masing dari mereka pun mengepung Kota Makkah dari empat penjuru mata angin. Akhirnya, pertempuran pun terjadi dan dimenangkan oleh kaum muslim. Khalid dan pasukan pun langsung merampas senjata-senjata yang dimiliki pasukan Quraisy dan menggempur mereka. Pasukan Quraisy melakukan beberapa kali perlawanan namun akhirnya mereka menyerah.


Para pemimpin Mekah dan pengikut-pengikut mereka menyerahkan diri. Kalimat ALLAH S.W.T semakin meninggi di dalamnya. Nabi S.A.W memasuki Baitul Haram lalu mengelilingi berkeliling di sekitar Ka'bah. Baginda menghancurkan berbagai patung yang berbaris di sekitarnya, lalu baginda memukulnya dengan kapaknya. Kemudian patung-patung itu berjatuhan dan hancur. Setelah beliau membersihkan masjid dari berbagai patung dan mengembalikannya sebagaimana yang diciptakan oleh ALLAH S.W.T sebagai rumah tauhid yang mutlak, baginda menoleh kepada orang Quraisy dan memaafkan mereka dan mengajak mereka untuk kembali ke jalan ALLAH S.W.T. Kemudian tibalah waktu solat, lalu Bilal naik di atas Ka'bah dan mengumandangkan azan. Penduduk Mekah mendengarkan panggilan baru ini di mana gemanya berputar-putar di antara gunung:


"Allah Maha Besar. Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah. Aku bersaksi bahawa Muhammad utusan Allah. Marilah melaksanakan solat. Marilah menuju keberuntungan. Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah." 


Akhirnya, rumah itu dikembalikan kehormatannya dan kemuliaannya.

Comments